Margin pemeliharaan adalah jumlah margin minimum yang diperlukan untuk mempertahankan suatu posisi. Ketika ekuitas akun turun di bawah standar ini, posisi akan memasuki risiko likuidasi paksa. Margin pemeliharaan umumnya dihitung berdasarkan nilai posisi dan tingkat margin pemeliharaan:
Margin Pemeliharaan = Nilai Nominal Posisi × Tingkat Margin Pemeliharaan
Ketika ekuitas akun ≤ margin pemeliharaan, sistem akan memicu likuidasi paksa (forced liquidation) dan secara otomatis menutup seluruh atau sebagian posisi dengan harga pasar atau harga terbaik yang dapat dieksekusi oleh sistem, guna mencegah kerugian yang semakin besar atau terjadinya saldo negatif.
Setelah proses likuidasi paksa dimulai, tidak dapat dibatalkan secara manual. Sisa aset (jika ada) setelah likuidasi akan dikembalikan ke akun pengguna.
Harga likuidasi ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk tingkat leverage, ukuran posisi, tingkat margin pemeliharaan, saldo margin, dan harga mark (mark price). Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin dekat harga likuidasi dengan harga pembukaan posisi, sehingga risikonya juga semakin besar.
Untuk mengurangi risiko likuidasi paksa, disarankan untuk:
• Menjaga margin yang tersedia tetap mencukupi
• Memilih tingkat leverage secara wajar
• Menetapkan stop loss atau trailing stop
• Menghindari penggunaan dana secara penuh (full position)
• Memantau pergerakan harga secara aktif
Memahami mekanisme margin pemeliharaan dan likuidasi paksa akan membantu Anda mengelola posisi dan risiko dengan lebih stabil di pasar yang berfluktuasi tinggi.
Komentar
0 komentar
Artikel ditutup - tidak bisa memberikan komentar.