Untuk membantu pengguna memahami secara menyeluruh metode penempatan order dalam perdagangan kontrak, berikut penjelasan tiga jenis order utama: order pasar, order limit, dan order terencana (planned/conditional order), yang dikombinasikan dengan prinsip pencocokan prioritas harga dan prioritas waktu.
Prinsip Eksekusi Transaksi
Transaksi mengikuti prinsip “prioritas harga, lalu prioritas waktu”.
• Order beli dengan harga lebih tinggi dan order jual dengan harga lebih rendah akan diprioritaskan untuk dieksekusi.
• Jika terjadi high buy (harga beli lebih tinggi dari harga jual terbaik/ask 1) atau low sell (harga jual lebih rendah dari harga beli terbaik/bid 1), order akan segera dieksekusi pada harga pasar terbaik.
• Sebaliknya, high sell atau low buy akan masuk ke order book dan menunggu hingga harga pasar menyentuh level tersebut.
1. Order Limit
Pengguna menetapkan harga yang diinginkan untuk bertransaksi.
• Order hanya dapat tereksekusi ketika harga pasar menyentuh harga yang ditetapkan.
• Limit Buy: harga pasar harus turun hingga harga order.
• Limit Sell: harga pasar harus naik hingga harga order.
Jika harga disetel sebagai high buy atau low sell, sistem akan langsung mencocokkannya sebagai order pasar.
Contoh:
Harga saat ini: 10.000
• Memasang order beli di 10.100 → akan langsung dieksekusi di 10.000
• Memasang order beli di 9.800 → menunggu harga pasar turun
2. Order Pasar (Market Order)
• Tidak perlu menetapkan harga.
• Sistem akan langsung mengeksekusi order pada harga terbaik yang tersedia saat ini.
• Merupakan metode tercepat, cocok untuk pembukaan/penutupan posisi cepat, stop loss, atau order mendesak.
• Harga rata-rata eksekusi bergantung pada kedalaman order book.
3. Order Harga Lawan (Opponent Price Order)
• Sistem otomatis mengeksekusi order pada:
• Harga jual terbaik (Ask 1) saat membeli
• Harga beli terbaik (Bid 1) saat menjual
• Dibandingkan order pasar, metode ini lebih mudah mengontrol slippage.
Contoh:
Jika harga jual terbaik (Ask 1) adalah 5.050, maka harga lawan untuk beli = 5.050.
4. Order Terencana (Planned / Conditional Order)
Merupakan order bersyarat, yang dibagi menjadi:
• Order Limit Terencana
• Order Pasar Terencana
Order hanya akan dibuat setelah harga pasar mencapai harga pemicu (trigger price):
• Order Limit Terencana → setelah terpicu, sistem akan memasang order limit
• Order Pasar Terencana → setelah terpicu, sistem akan mengeksekusi order pasar
Cocok untuk penempatan take profit, stop loss, atau strategi breakout.
Catatan:
Setelah terpicu, mekanisme eksekusi order limit terencana sama dengan order limit biasa.
5. Alasan Order Mungkin Tidak Tereksekusi
Meskipun harga telah tersentuh, order masih bisa sebagian tereksekusi atau tidak tereksekusi sama sekali, karena:
• Kedalaman order book tidak mencukupi
• Pasar bergejolak dengan banyak order masuk secara bersamaan
• Harga hanya tersentuh sesaat sehingga volume tidak cukup
• Order limit berada di belakang order lain dengan harga lebih baik atau waktu lebih awal
6. Peringatan Risiko
• Order pasar dapat langsung tereksekusi, namun harga tidak pasti dan risikonya lebih tinggi saat pasar bergejolak.
• Dalam kondisi leverage tinggi, pergerakan harga yang cepat dapat menyebabkan slippage lebih besar setelah order terencana terpicu.
• Pada kondisi pasar ekstrem, harga pemicu order terencana dapat berbeda signifikan dari harga eksekusi aktual.
• Harap kelola posisi dengan bijak, atur take profit dan stop loss secara rasional, dan waspadai risiko likuidasi paksa.
Jika Anda ingin, saya juga dapat:
• menyederhanakan versi untuk pemula, atau
• membuat tabel perbandingan jenis order agar lebih mudah dipahami.
Komentar
0 komentar
Artikel ditutup - tidak bisa memberikan komentar.