Untuk membantu pengguna memahami produk kontrak perpetual beserta risikonya secara lebih menyeluruh, kami telah menyusun penjelasan pertanyaan yang sering diajukan berikut ini. Harap membaca dengan saksama dan mengevaluasi kemampuan toleransi risiko Anda sebelum melakukan transaksi.
1. Apa itu Kontrak Perpetual?
Kontrak perpetual adalah produk derivatif yang didasarkan pada harga aset digital. Berbeda dengan kontrak berjangka tradisional, kontrak ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo atau waktu penyelesaian.
Pengguna dapat membuka posisi long (naik/beli) atau short (turun/jual) dengan menggunakan leverage untuk memperoleh potensi keuntungan dari pergerakan harga naik maupun turun.
2. Bagaimana cara perhitungan biaya transaksi kontrak?
Platform mengenakan biaya transaksi untuk setiap order yang berhasil dieksekusi, dengan perhitungan sebagai berikut:
Biaya transaksi = Nilai transaksi × Tarif biaya
Standar tarif saat ini:
• Taker (ambil order): 0,03%
• Maker (pasang order): 0,03%
Penjelasan:
• Biaya hanya dikenakan saat order berhasil dieksekusi;
• Order pasang yang belum terisi atau dibatalkan tidak dikenakan biaya;
• Penutupan posisi sebagian akan dikenakan biaya sesuai dengan volume transaksi aktual.
3. Apa perbedaan antara Maker dan Taker?
Maker (transaksi dengan order pasang)
• Order masuk ke buku pesanan dan tidak langsung dieksekusi;
• Menyediakan likuiditas pasar.
Taker (transaksi dengan order ambil)
• Order langsung dieksekusi dengan pesanan yang sudah ada di buku pesanan;
• Mengonsumsi likuiditas pasar.
Apakah order dikategorikan sebagai Maker atau Taker bergantung pada harga order dan kondisi pasar, dan akan diidentifikasi secara otomatis oleh sistem.
4. Apa itu mode Cross dan Isolated?
Mode Cross (Margin Silang)
• Seluruh saldo yang tersedia di akun kontrak dapat digunakan sebagai margin;
• Lebih fleksibel dan relatif tidak mudah terkena likuidasi;
• Namun jika terjadi likuidasi, seluruh dana di akun kontrak berisiko hilang.
Mode Isolated (Margin Terpisah)
• Setiap posisi memiliki margin yang dialokasikan secara terpisah;
• Kerugian dibatasi pada margin posisi tersebut;
• Jika margin tidak mencukupi, posisi tersebut akan dilikuidasi;
• Lebih cocok untuk pengelolaan risiko dan pembatasan kerugian maksimum.
5. Apa perbedaan antara posisi terpisah dan posisi gabungan?
• Posisi Terpisah:
Posisi dengan pasangan perdagangan dan arah yang sama akan membentuk beberapa posisi independen, masing-masing dapat diatur take profit dan stop loss secara terpisah.
• Posisi Gabungan:
Posisi dengan pasangan perdagangan dan arah yang sama akan digabung secara otomatis menjadi satu posisi total, sehingga pengelolaannya lebih sederhana.
Perbedaan ini hanya memengaruhi tampilan dan pengelolaan posisi, tanpa mengubah logika perdagangan maupun perhitungan laba dan rugi.
6. Apa itu fungsi transfer dana?
Fungsi transfer memungkinkan pemindahan dana antar akun, seperti antara akun spot dan akun kontrak.
Perhatian:
• Jumlah transfer mengikuti batas yang ditampilkan pada halaman transfer;
• Transfer tidak dikenakan biaya;
• Transfer tidak memengaruhi posisi kontrak yang sedang terbuka.
7. Apa itu Margin?
Margin adalah dana yang dijaminkan saat membuka posisi dengan leverage, digunakan untuk menopang risiko posisi.
Fungsi utama margin meliputi:
• Menjamin kecukupan dana untuk perdagangan;
• Membatasi kerugian maksimum yang dapat ditanggung;
• Digunakan dalam perhitungan harga likuidasi.
8. Bagaimana cara menghitung margin?
Rumus umum:
Margin pembukaan = Jumlah posisi × Harga pembukaan rata-rata ÷ Leverage
Margin posisi biasanya tetap selama posisi dibuka dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar.
Perubahan harga hanya memengaruhi laba/rugi berjalan dan risiko likuidasi, bukan jumlah margin yang telah dikunci.
9. Apa itu Likuidasi Paksa?
Ketika kerugian posisi menyebabkan margin tidak lagi cukup untuk mempertahankan posisi, sistem akan secara otomatis melakukan likuidasi paksa untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Mode Cross:
• Seluruh dana di akun kontrak dapat digunakan untuk menutup kerugian;
• Setelah likuidasi, seluruh saldo akun kontrak dapat menjadi nol.
Mode Isolated:
• Kerugian hanya terbatas pada margin posisi tersebut;
• Posisi dan saldo lainnya tidak terpengaruh.
Harga likuidasi akan menyesuaikan secara dinamis sesuai dengan pergerakan pasar.
10. Mengapa terjadi slippage?
Slippage biasanya terjadi dalam kondisi berikut:
• Volatilitas pasar yang tinggi;
• Kedalaman pasar yang tidak mencukupi sehingga harga yang diharapkan tidak dapat sepenuhnya dieksekusi;
• Order berukuran besar yang menyebabkan pergeseran harga.
Slippage dapat mengakibatkan harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan.
11. Bagaimana cara mengurangi risiko perdagangan kontrak?
Beberapa saran untuk meningkatkan stabilitas perdagangan:
• Gunakan leverage secara wajar dan hindari leverage berlebihan;
• Tetapkan take profit dan stop loss untuk mengelola risiko;
• Hindari membuka posisi besar saat pasar mengalami volatilitas ekstrem;
• Evaluasi posisi dan tingkat keamanan margin secara berkala;
• Hindari mengikuti pasar secara membabi buta atau melakukan trading berdasarkan emosi.
Pengingat Penting
Kontrak perpetual merupakan instrumen perdagangan berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian sebagian atau seluruh dana.
Pastikan Anda memahami sepenuhnya aturan produk, merencanakan posisi dengan bijak, dan menanggung sendiri risiko yang timbul dari setiap keputusan perdagangan.
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan menghubungi layanan pelanggan platform. Kami siap membantu Anda.
Komentar
0 komentar
Artikel ditutup - tidak bisa memberikan komentar.